Rabu, 07 Januari 2015

# UMAR DAN SEORANG BAYI YANG LAPAR


"UMAR DAN SEORANG BAYI YANG LAPAR"

Pada suatu waktu, kota Madinah dikejutkan oleh banyaknya kaum pedagang yang berdatangan ke sana dan bermalam di masjid, sehingga suasana Madinah malam itu menjadi gaduh.

Umar berkata kepada shahabatnya (Abdurrahman bin ‘Auf), “Maukah engkau menjaga mereka malam ini dari para pencuri?

Maka keduanya berjaga malam dan melaksanakan shalat malam. Pada malam itu, Umar sempat mendengar tangis seorang bayi. Kemudian, ia mendatangi tempat (sumber suara tangis bayi) itu dan ia berkata kepada ibunya yang sedang berusaha menenangkan tangis putranya, “Takutlah engkau kepada Allah dan rawatlah baik-baik putramu ini.”

Setelah itu, Umar kembali ke tempatnya dan ia mendengar tangis bayi itu lagi, sehingga ia kembali ke tempat ibu dan bayi tersebut dan berkata seperti yang telah ia katakan. Kemudian ia kembali ke tempatnya. Di akhir malam ketika ia sekali lagi mendengar tangis bayi itu, maka ia mendatangi ibunya dan berkata dengan nada kesal, “Wahai ibu, nampaknya engkau wanita yang tidak baik, mengapa engkau tidak membiarkan putramu tidur di malam hari?

Wahai hamba Allah, engkau telah membuatku susah pada malam ini, sesungguhnya aku melatih putraku ini untuk putus dari susunya (menyapihnya), tetapi ia tidak mau,” jawab sang ibu.

Mengapa demikian?” tanya Umar dengan nada heran.

Karena Umar memaksa kami berbuat demikian,” jawab sang ibu dengan nada lemah.

Mendengar ucapan wanita itu, maka persendian Umar gemetar karena takut, kemudian ia berkata dengan nada sendu, “Berapa usia putramu ini?

Putraku baru berusia beberapa bulan,” jawab sang ibu.

Kalau begitu, janganlah engkau menyapihnya,” kata Umar.

Kemudian ia pergi dan melakukan shalat subuh sambil menangis tersedu-sedu, sehingga bacaannya tidak terdengar oleh para makmumnya. Setelah ia mengakhiri shalatnya dengan salam, Umar lalu berkata, “Sungguh alangkah celakanya engkau wahai Umar, berapa banyak putra-putra Islam yang terbunuh karenamu.”

Kemudian Umar menyuruh mendaftar setiap bayi yang lahir dalam wilayah Islam agar orang tuanya menyapihnya apabila sudah cukup umur dan maklumat itu diumumkan ke berbagai wilayah yang berada di bawah kepemimpinannya.

[Thabaqat Ibnu Sa’ad (3/301)]

======================================================================
#RoadToSeminarLDKKMMSTKSBandung2015
Like & Share ‪#‎YukSebarkanStatusIni (Semoga menjadi amal sholeh)
#‎YukNgajiBarengLDKKMM (Cp Ikhwan : 083824417542 l Cp Akhwat : 085624829284)
LDK KMM senantiasa terbuka dan mengajak kepada seluruh civitas kampus, khususnya bagi teman-teman mahasiswa/i STKS Bandung dan umum yang ingin bergabung dan mengkaji Islam bersama.
Bagi yang berminat bergabung dalam kepengurusan KMM caranya: ketik (DAFTAR_KMM_Nama_Ikhwan/Akhwat_Kelas_AsalDaerah) kirim ke CP di atas.
#‎DakwahBuktiCintaKitaPadaSesama

0 komentar:

Posting Komentar

 

Tentang KMM

Foto saya
"LDK KMM STKS adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di STKS Bandung yang secara khusus bergerak dalam kegiatan Dakwah Kampus"

Like Our Facebook

Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Mahasiswa Muslim Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung Copyright © 2009 - 2018