Rabu, 28 Januari 2015

OASE LDK KMM - [QS. Al-Baqarah (2) : 3] - Siapakah Orang Yang Bertaqwa Itu?


OASE LDK KMM STKS BANDUNG
[One Ayah Shared to Every one]
Selasa, 6 Rabiul Akhir 1436 H
======================================================================

# SIAPAKAH ORANG YANG BERTAQWA ITU ?

Allah Swt berfirman di dalam al-Qur'an yang artinya: "Kitab (al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (TQS. al-Baqarah [2] : 2 – 3)

1. Mereka Yang Beriman Kepada Yang Ghaib (Tidak Terlihat)

Disebutkan dalam ayat ini bahwa orang yang bertaqwa adalah orang yang beriman. Adapun iman yang dikehendaki oleh syara’ ialah yang mencakup tiga unsur, yaitu keyakinan dalam hati, ucapan di lisan, dan diwujudkan dalam perbuatan.
Sebagaimana firman Allah Swt berikut: “Kecuali orang-orang yang percaya mengerjakan amal shaleh . . .” [TQS. at-Tiin (95) : 6]

Orang yang bertaqwa adalah mereka yang beriman kepada yang ghaib (tidak kelihatan) sebagaimana mereka beriman kepada yang kelihatan, dan keadaan mereka tidaklah seperti yang disebut di dalam firman Allah Swt, mengenai orang-orang munafik:
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang beriman, mereka mengatakan, “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka, mereka mengatakan, “Sesungguhnya kami sependirian dengan kalian, kami hanya mengolok-olok.” [TQS. al-Baqarah (2) : 14]

Menurut Abul Aliyah, makna ghaib yang dimaksud ialah: “mereka beriman kepada Allah Swt, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kemudian, surga dan neraka-Nya, pertemuan dengan-Nya, juga beriman kepada kehidupan sesudah mati dan hari berbangkit”.

2. Mereka Yang Mendirikan Shalat

Ibnu Abbas mengatakan, makna “mereka mendirikan shalat” ialah “mereka mendirikan fardlu-fardlu shalat (yakni menyempurnakan rukun-rukunnya)”. Para shahabat yang lain menambahkan bahwa mendirikan shalat artinya memelihara waktu-waktunya, menyempurnakan wudlu, rukuk, sujud, bacaan al-Qur’an, khusyuk, dan menghadap sepenuh jiwa dan raganya dalam shalat.

3. Mereka Yang Menginfakkan Sebagian Rezekinya

Ali ibnu Abu Thalhah dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna “menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka” ialah “mereka tunaikan zakat harta benda dengan benar”.

Adapun Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa ayat ini bermakna umum, mencakup zakat dan nafkah. Dia mengatakan bahwa takwil yang paling utama dan paling berhak dikemukakan sesuai dengan sifat dari kaum yang dimaksud, yaitu “hendaklah mereka menunaikan semua kewajiban yang berada pada harta benda mereka, baik berupa zakat ataupun nafkah orang-orang yang harus ia jamin dari kalangan keluarga, anak-anak, dan lain-lainnya dari kalangan orang-orang yang wajib ia nafkahi karena hubungan kekerabatan atau pemilikan atau faktor lainnya.” Setiap nafkah dan zakat adalah perbuatan yang terpuji dan para pelakunya mendapat pujian Allah.

Allah Swt sering kali menggandengkan antara shalat dengan memberi nafkah/ zakat, karena shalat adalah hak Allah dan sebagai sarana penyembahan kepada-Nya. Di dalam shalat terkandung makna menauhidkan (mengesakan) Allah, memuji, mengagungkan, menyanjung-Nya, dan berdo’a serta bertawakal kepada-Nya. Sedangkan di dalam infak (membelanjakan harta) terkandung pengertian perbuatan kebajikan kepada sesama makhluk, yaitu dengan mengulurkan bantuan kepada mereka. Orang-orang yang harus diprioritaskan dalam masalah nafkah ini adalah kaum kerabat dan keluarga serta budak-budak yang dimiliki, setelah itu barulah orang lain.

Shalat dan zakat begitu penting karena merupakan bagian dari kelima pilar Islam. Di dalam kitab Shahihain telah disebutkan sebuah hadits melalui Ibnu Umar ra yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: “Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa bulan Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.”

Lalu siapa lagi yang disebut orang yang bertaqwa itu ?

Sumber:
Kitab Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 Hal. 202-215

======================================================================

#RoadToSeminarLDKKMMSTKSBandung2015

Like & Share ‪#YukSebarkanStatusIni (Semoga menjadi amal sholeh)

‪#YukNgajiBarengLDKKMM
(Cp Ikhwan : 083824417542 l Cp Akhwat : 085624829284)

LDK KMM senantiasa terbuka dan mengajak kepada seluruh civitas kampus, khususnya bagi teman-teman mahasiswa/i STKS Bandung dan umum yang ingin bergabung dan mengkaji Islam bersama.

Bagi yang berminat bergabung dalam kepengurusan KMM caranya:
ketik (DAFTAR_KMM_Nama_Ikhwan/Akhwat_Kelas_AsalDaerah) kirim ke CP di atas.

#DakwahBuktiCintaKitaPadaSesama

0 komentar:

Posting Komentar

 

Tentang KMM

Foto saya
"LDK KMM STKS adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di STKS Bandung yang secara khusus bergerak dalam kegiatan Dakwah Kampus"

Like Our Facebook

Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Mahasiswa Muslim Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung Copyright © 2009 - 2018