T – LDK KMM STKS BANDUNG:
# SELAMAT NATAL, BUKAN HANYA SEKADAR UCAPAN
Oleh: Hj Irena Handono,
Pakar Kristologi/Pendiri Irena Center
SELAMAT NATAL, BUKAN HANYA SEKADAR UCAPAN
Natal itu apa? Istilah “Natal” merujuk kepada
peringatan kelahiran Yesus sebagai tuhan. Dirayakan pada tiap 25 Desember
kalender masehi.
Analogi Sederhana. Seorang Muslim
tentu tidak boleh mengucapkan selamat natal, apalagi mengikuti perayaannya. Itu
sudah jadi prinsip umat Islam. Namun masih banyak yang belum memahami hal ini
dan tetap bertoleransi dalam hal yang terlarang.
Berikut adalah sebuah analogi sederhana yang
bisa menjadi penjelas untuk memahamkan pada orang yang tidak paham, mengapa
Muslim dilarang mengucap selamat natal. Berikut disampaikan dalam bentuk
diskusi antara seorang Muslim (bernama Muslimah) dan seorang Kristen (bernama
Cristy).
Cristy:
Hai Muslimah, apa kabar? Kok kamu ngga ngucapin selamat natal ke aku? Semua
teman-teman kita udah lho, dari kamu aja yang belom.
Muslimah:
Hai Cristy, kabarku baik. Alhamdulillah. Ohh… sorry Say, untuk yang satu ini
aku ngga bisa. Agama kami mengajarkan berbuat baik terhadap sesama termasuk
pada non-Muslim.
Tapi jika ada sangkut paut dengan urusan agama, maka prinsip kami,‘Lakum
diinukum wa liyadiin’, bagi kalian agama kalian, bagi kami agama kami. Jadi,
silahkan kalian merayakan hari raya agama kalian, kami ngga ikut. Itu toleransi
antar beragama dalam agama kami.
Cristy:
Ok, aku paham kamu ngga mau ikut acara Natal. Tapi masak ngucapkan selamat
Natal aja ngga boleh? Bukankah itu hanya sekedar kata-kata? Teman-teman
Muslimku yang lain ngucapin ke aku tuh?
Muslimah:
Yah, mungkin mereka belum tahu aja kalau itu dilarang dalam Islam. Eh Cristy,
coba deh, ucapkan, ‘asyhadu
alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah’, buat
aku, kamu mau ngga?
Cristy:
Ohh Nooo…!! itu kan syahadat kamu. No no no, saya ngga bisa ngucapin itu. Iman
gue bisa rusak Mus….itu akan mengganggu kepercayaan saya.
Muslimah:
Kok ngga mau? Kan hanya sekedar kata-kata? Ayolah, ucapkan sekali saja.
Cristy:
Hmmm….baik, sekarang aku ngerti Mus.
Nah, jelas sekali bahwa mengucapkan selamat natal tidaklah
pantas bagi seorang Muslim walau hanya sekedar kata-kata di lisan.
Bahkan Allah SWT memberi peringatan yang begitu keras di
dalam al-Qur’an yang artinya:
“ . .
. hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh,
(karena ucapan itu), karena mereka menganggap (ALLAH) Yang Maha Pengasih
mempunyai anak.” [Terjemah QS. Maryam (19) ayat 90-91]
Ucapan ‘selamat’ artinya adalah doa (ucapan, pernyataan) yang
mengandung harapan supaya sejahtera, sukses, tidak kurang suatu apa pun,
beruntung, tercapai maksudnya. Maka ucapan Selamat Natal adalah sebuah
pernyataan harapan atau dukungan atas Kelahiran Yesus sebagai Tuhan anak (anak
Tuhan) yang sekaligus membenarkan ajaran Trinitas.
Sedangkan dalam Islam, Nabi Isa as (Yesus) seorang Nabi
utusan Allah SWT, seorang manusia biasa, yang juga makan, memiliki istri dan
berketurunan. Surah Al-Maaidah:75, Ar-Ra’d:38. Dan Allah SWT menyatakan, “Kafir
lah!!” bagi orang yang menganggap Nabi Isa as (Yesus) sebagai tuhan, salah satu
dari oknum trinitas. Surah Al-Maaidah:73.
BUKAN
SEKEDAR BUDAYA
“Oh,
Umi…kami merayakan Natal bersama keluarga hanya just for fun, hanya
makan-makan, tukar kado di bawah Pohon Natal. Tidak ada doa-doa atau
ritual-ritual seperti di Gereja. Boleh kan?”
Perayaan Natal bukan sekedar budaya. Makan-makan, tukar kado
saat Natal, menghias Pohon Natal, berkirim kartu ucapan Natal adalah
kegiatan-kegiatan tambahan untuk memeriahkan Natal. Kegiatan-kegiatan tersebut
sejatinya adalah kegiatan yang mubah (boleh), tapi ketika dikaitkan dalam
rangka Natal, maka menjadi haram bagi Muslim untuk melakukannya.
Berbeda dengan Budaya Baju Batik hari Kamis/Jumat yang tidak
berkaitan dengan aqidah apapun, maka hukumnya adalah mubah. Tapi Natal, jelas
berkaitan dengan aqidah Kristen karena 25 Desember adalah merayakan hari
kelahiran Yesus yang mereka sembah sebagai tuhan.
BAHAYA PLURALISME DAN SINKRITISME
Umat Islam harus mewaspadai seruan-seruan yang mangajak
merayakan atau mengucapkan selamat natal dan tahun baru. Sebab dibalik seruan
itu ada bahaya besar yang bisa mengancam aqidah umat Islam. Seruan
berpartisipasi dalam perayaan natal, tidak lain adalah kampanye ide pluralisme.
Paham kufur yang mengajarkan kebenaran semua agama-agama di dunia. Bagi
penganut ajaran pluralisme, tidak ada kebenaran mutlak. Semua agama dianggap
benar. Itu berarti, umat muslim harus menerima kebenaran ajaran umat lain,
termasuk menerima paham trinitas dan ketuhanan Yesus.
Seruan itu juga merupakan propaganda sinkretisme,
pencampuradukan ajaran agama-agama. Spirit sinkretisme adalah mengkompromikan
hal-hal yang bertentangan. Dalam konteks Natal bersama dan tahun baru,
sinkretisme tampak jelas dalam seruan berpartisipasi merayakan Natal dan tahun
baru, termasuk mengucapkan selamat Natal. Padahal dalam Islam batasan iman dan
kafir, batasan halal dan haram adalah sangat jelas. Tidak boleh dikompromikan !
Paham pluralisme dan ajaran sinkretisme adalah paham yang
sesat dan haram bagi kaum muslimin untuk mengambilnya dan menyerukannya. Allah
SWT telah menetapkan bahwa satu-satunya agama yang Dia ridhai dan benar adalah
Islam. Selain Islam tidak Allah ridhai dan merupakan agama yang batil (lihat QS
Ali Imran [3]: 19). Dengan tegas Allah SWT berfirman:
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ
مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barangsiapa
mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)
daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi (QS Ali Imran
[3]:85).
Allah SWT dengan tegas dan qath’i menyatakan bahwa Dia
tidak beranak atau pun diperanakkan (QS al-Ikhlash [111]: 3). Jadi jelas ajaran
trinitas Kristen merupakan ajaran syirik, menyekutukan Allah. Maka Allah SWT
dengan qath’i menghukumi orang yang meyakini ajaran trinitas adalah
kafir (QS al-Maidah [5]: 73). Allah pun tegas menyatakan orang kafir termasuk
di dalamnya ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani) akan dijebloskan ke neraka
Jahannam dan mereka adalah seburuk-buruk makhluk (QS al-Bayyinah [98]: 6).
Perlu kita renungkan, bagaimana mungkin umat justru diminta
tolong menolong dalam seruan dan perayaan kesyirikan yang benar-benar dimurkai
Allah SWT ? Atau memberi selamat atas perayaan kelahiran Yesus yang mereka
anggap sebagai tuhan, perkara yang sangat benci Allah SWT?
WAHAI KAUM MUSLIM
Sungguh amat berbahaya bila hari ini umat justru diseru agar
menggadaikan akidahnya dengan dalih toleransi dan kerukunan umat beragama.
Begitulah yang terjadi ketika hukum-hukum Allah dicampakkan. Tidak ada lagi
kekuasaan berupa negara al Khilafah yang melindungi aqidah umat ini. Islam dan
ajarannya serta umat Islam terus dijadikan sasaran.
Perlu kita tegaskan, mengucapkan atau merayakan natal dan
tahun baru tidak ada hubungannya dengan kerukunan umat beragama. Sesungguhnya
kerukunan umat beragama bukan berarti dengan cara mengorbankan aqidah umat
Islam. Dalam Islam tidak ada paksaan terhadap orang kafir untuk memeluk agama
Islam, mereka juga boleh beribadah , keselamatan dan kesejahteraan mereka
sebagai ahlul dzimmah pun dilindungi dan dijamin. Mereka tidak boleh
didzolimi. Meskipun demikian, dalam masalah aqidah, Islam dengan tegas
menyatakan bahwa agama mereka adalah kafir dan ajaran agama mereka adalah sesat
.
Mudah-mudahan ke depan kita makin gigih menjelaskan Islam.
Menyerukan syariah dan Khilafah, sehingga Islam benar-benar bisa terwujud
secara nyata dalam kehidupan. Sebab hanya dengan syariah dan Khilafahlah,
aqidah umat Islam terjaga sekaligus menjamin kesejahteraan dan keamanan umat
manusia baik muslim maupun orang-orang kafir. Wallâh a’lam bi ash-shawâb.
[]
Sumber:
======================================================================
#RoadToSeminarLDKKMMSTKSBandung2015
Like & Share #YukSebarkanStatusIni (Semoga menjadi amal sholeh)
#YukNgajiBarengLDKKMM (Cp Ikhwan : 083824417542 l Cp Akhwat : 085624829284)
LDK KMM senantiasa terbuka dan mengajak kepada seluruh civitas kampus, khususnya bagi teman-teman mahasiswa/i STKS Bandung dan umum yang ingin bergabung dan mengkaji Islam bersama.
Bagi yang berminat bergabung dalam kepengurusan KMM caranya: ketik (DAFTAR_KMM_Nama_Ikhwan/Akhwat_Kelas_AsalDaerah) kirim ke CP di atas.
#DakwahBuktiCintaKitaPadaSesama

0 komentar:
Posting Komentar