Kamis, 01 Januari 2015

# SELAMAT NATAL, BUKAN HANYA SEKADAR UCAPAN


T – LDK KMM STKS BANDUNG:

# SELAMAT NATAL, BUKAN HANYA SEKADAR UCAPAN

Oleh: Hj Irena Handono,
Pakar Kristologi/Pendiri Irena Center

SELAMAT NATAL, BUKAN HANYA SEKADAR UCAPAN

Natal itu apa? Istilah “Natal” merujuk kepada peringatan kelahiran Yesus sebagai tuhan. Dirayakan pada tiap 25 Desember kalender masehi.

Analogi Sederhana. Seorang Muslim tentu tidak boleh mengucapkan selamat natal, apalagi mengikuti perayaannya. Itu sudah jadi prinsip umat Islam. Namun masih banyak yang belum memahami hal ini dan tetap bertoleransi dalam hal yang terlarang.

Berikut adalah sebuah analogi sederhana yang bisa menjadi penjelas untuk memahamkan pada orang yang tidak paham, mengapa Muslim dilarang mengucap selamat natal. Berikut disampaikan dalam bentuk diskusi antara seorang Muslim (bernama Muslimah) dan seorang Kristen (bernama Cristy).

Cristy: Hai Muslimah, apa kabar? Kok kamu ngga ngucapin selamat natal ke aku? Semua teman-teman kita udah lho, dari kamu aja yang belom.

Muslimah: Hai Cristy, kabarku baik. Alhamdulillah. Ohh… sorry Say, untuk yang satu ini aku ngga bisa. Agama kami mengajarkan berbuat baik terhadap sesama termasuk pada non-Muslim. Tapi jika ada sangkut paut dengan urusan agama, maka prinsip kami,‘Lakum diinukum wa liyadiin’, bagi kalian agama kalian, bagi kami agama kami. Jadi, silahkan kalian merayakan hari raya agama kalian, kami ngga ikut. Itu toleransi antar beragama dalam agama kami.

Cristy: Ok, aku paham kamu ngga mau ikut acara Natal. Tapi masak ngucapkan selamat Natal aja ngga boleh? Bukankah itu hanya sekedar kata-kata? Teman-teman Muslimku yang lain ngucapin ke aku tuh?

Muslimah: Yah, mungkin mereka belum tahu aja kalau itu dilarang dalam Islam. Eh Cristy, coba deh, ucapkan, ‘asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah’, buat aku, kamu mau ngga?

Cristy: Ohh Nooo…!! itu kan syahadat kamu. No no no, saya ngga bisa ngucapin itu. Iman gue bisa rusak Mus….itu akan mengganggu kepercayaan saya.

Muslimah: Kok ngga mau? Kan hanya sekedar kata-kata? Ayolah, ucapkan sekali saja.

Cristy: Hmmm….baik, sekarang aku ngerti Mus.

Nah, jelas sekali bahwa mengucapkan selamat natal tidaklah pantas bagi seorang Muslim walau hanya sekedar kata-kata di lisan.

Bahkan Allah SWT memberi peringatan yang begitu keras di dalam al-Qur’an yang artinya:
“ . . . hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu), karena mereka menganggap (ALLAH) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.” [Terjemah QS. Maryam (19) ayat 90-91]

Ucapan ‘selamat’ artinya adalah doa (ucapan, pernyataan) yang mengandung harapan supaya sejahtera, sukses, tidak kurang suatu apa pun, beruntung, tercapai maksudnya. Maka ucapan Selamat Natal adalah sebuah pernyataan harapan atau dukungan atas Kelahiran Yesus sebagai Tuhan anak (anak Tuhan) yang sekaligus membenarkan ajaran Trinitas.

Sedangkan dalam Islam, Nabi Isa as (Yesus) seorang Nabi utusan Allah SWT, seorang manusia biasa, yang juga makan, memiliki istri dan berketurunan. Surah Al-Maaidah:75, Ar-Ra’d:38. Dan Allah SWT menyatakan, “Kafir lah!!” bagi orang yang menganggap Nabi Isa as (Yesus) sebagai tuhan, salah satu dari oknum trinitas. Surah Al-Maaidah:73.

BUKAN SEKEDAR BUDAYA

Oh, Umi…kami merayakan Natal bersama keluarga hanya just for fun, hanya makan-makan, tukar kado di bawah Pohon Natal. Tidak ada doa-doa atau ritual-ritual seperti di Gereja. Boleh kan?”

Perayaan Natal bukan sekedar budaya. Makan-makan, tukar kado saat Natal, menghias Pohon Natal, berkirim kartu ucapan Natal adalah kegiatan-kegiatan tambahan untuk memeriahkan Natal. Kegiatan-kegiatan tersebut sejatinya adalah kegiatan yang mubah (boleh), tapi ketika dikaitkan dalam rangka Natal, maka menjadi haram bagi Muslim untuk melakukannya.

Berbeda dengan Budaya Baju Batik hari Kamis/Jumat yang tidak berkaitan dengan aqidah apapun, maka hukumnya adalah mubah. Tapi Natal, jelas berkaitan dengan aqidah Kristen karena 25 Desember adalah merayakan hari kelahiran Yesus yang mereka sembah sebagai tuhan.

BAHAYA PLURALISME DAN SINKRITISME

Umat Islam harus mewaspadai seruan-seruan yang mangajak merayakan atau mengucapkan selamat natal dan tahun baru. Sebab dibalik seruan itu ada bahaya besar yang bisa mengancam aqidah umat Islam. Seruan berpartisipasi dalam perayaan natal, tidak lain adalah kampanye ide pluralisme. Paham kufur yang mengajarkan kebenaran semua agama-agama di dunia. Bagi penganut ajaran pluralisme, tidak ada kebenaran mutlak. Semua agama dianggap benar. Itu berarti, umat muslim harus menerima kebenaran ajaran umat lain, termasuk menerima paham trinitas dan ketuhanan Yesus.

Seruan itu juga merupakan propaganda sinkretisme, pencampuradukan ajaran agama-agama. Spirit sinkretisme adalah mengkompromikan hal-hal yang bertentangan. Dalam konteks Natal bersama dan tahun baru, sinkretisme tampak jelas dalam seruan berpartisipasi merayakan Natal dan tahun baru, termasuk mengucapkan selamat Natal. Padahal dalam Islam batasan iman dan kafir, batasan halal dan haram adalah sangat jelas. Tidak boleh dikompromikan !

Paham pluralisme dan ajaran sinkretisme adalah paham yang sesat dan haram bagi kaum muslimin untuk mengambilnya dan menyerukannya. Allah SWT telah menetapkan bahwa satu-satunya agama yang Dia ridhai dan benar adalah Islam. Selain Islam tidak Allah ridhai dan merupakan agama yang batil (lihat QS Ali Imran [3]: 19). Dengan tegas Allah SWT berfirman:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi (QS Ali Imran [3]:85).

Allah SWT dengan tegas dan qath’i menyatakan bahwa Dia tidak beranak atau pun diperanakkan (QS al-Ikhlash [111]: 3). Jadi jelas ajaran trinitas Kristen merupakan ajaran syirik, menyekutukan Allah. Maka Allah SWT dengan qath’i menghukumi orang yang meyakini ajaran trinitas adalah kafir (QS al-Maidah [5]: 73). Allah pun tegas menyatakan orang kafir termasuk di dalamnya ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani) akan dijebloskan ke neraka Jahannam dan mereka adalah seburuk-buruk makhluk (QS al-Bayyinah [98]: 6).

Perlu kita renungkan, bagaimana mungkin umat justru diminta tolong menolong dalam seruan dan perayaan kesyirikan yang benar-benar dimurkai Allah SWT ? Atau memberi selamat atas perayaan kelahiran Yesus yang mereka anggap sebagai tuhan, perkara yang sangat benci Allah SWT?

WAHAI KAUM MUSLIM

Sungguh amat berbahaya bila hari ini umat justru diseru agar menggadaikan akidahnya dengan dalih toleransi dan kerukunan umat beragama. Begitulah yang terjadi ketika hukum-hukum Allah dicampakkan. Tidak ada lagi kekuasaan berupa negara al Khilafah yang melindungi aqidah umat ini. Islam dan ajarannya serta umat Islam terus dijadikan sasaran.

Perlu kita tegaskan, mengucapkan atau merayakan natal dan tahun baru tidak ada hubungannya dengan kerukunan umat beragama. Sesungguhnya kerukunan umat beragama bukan berarti dengan cara mengorbankan aqidah umat Islam. Dalam Islam tidak ada paksaan terhadap orang kafir untuk memeluk agama Islam, mereka juga boleh beribadah , keselamatan dan kesejahteraan mereka sebagai ahlul dzimmah pun dilindungi dan dijamin. Mereka tidak boleh didzolimi. Meskipun demikian, dalam masalah aqidah, Islam dengan tegas menyatakan bahwa agama mereka adalah kafir dan ajaran agama mereka adalah sesat .

Mudah-mudahan ke depan kita makin gigih menjelaskan Islam. Menyerukan syariah dan Khilafah, sehingga Islam benar-benar bisa terwujud secara nyata dalam kehidupan. Sebab hanya dengan syariah dan Khilafahlah, aqidah umat Islam terjaga sekaligus menjamin kesejahteraan dan keamanan umat manusia baik muslim maupun orang-orang kafir. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

Sumber:



======================================================================

#RoadToSeminarLDKKMMSTKSBandung2015

Like & Share ‪#‎YukSebarkanStatusIni (Semoga menjadi amal sholeh)
#‎YukNgajiBarengLDKKMM (Cp Ikhwan : 083824417542 l Cp Akhwat : 085624829284)
LDK KMM senantiasa terbuka dan mengajak kepada seluruh civitas kampus, khususnya bagi teman-teman mahasiswa/i STKS Bandung dan umum yang ingin bergabung dan mengkaji Islam bersama.
Bagi yang berminat bergabung dalam kepengurusan KMM caranya: ketik (DAFTAR_KMM_Nama_Ikhwan/Akhwat_Kelas_AsalDaerah) kirim ke CP di atas.
#‎DakwahBuktiCintaKitaPadaSesama

0 komentar:

Posting Komentar

 

Tentang KMM

Foto saya
"LDK KMM STKS adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di STKS Bandung yang secara khusus bergerak dalam kegiatan Dakwah Kampus"

Like Our Facebook

Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Mahasiswa Muslim Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung Copyright © 2009 - 2018