Rabu, 28 Januari 2015

OASE LDK KMM - [QS. Al-Baqarah (2) : 4] - SIAPAKAH ORANG YANG BERTAQWA ITU?


OASE LDK KMM STKS BANDUNG
[One Ayah Shared to Every one]
Rabu, 7 Rabiul Akhir 1436 H
========================================================================

# SIAPA LAGI ORANG YANG BERTAQWA ITU ?

Allah Swt berfirman di dalam al-Qur'an yang artinya: "Kitab (al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu Muhammad dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat." (TQS. al-Baqarah [2] : 2 – 4)

Setelah kita simak pada postingan sebelumnya bahwa mereka yang bertaqwa, diantaranya:
1. Mereka Yang Beriman Kepada Yang Ghaib (Tidak Terlihat)
2. Mereka Yang Mendirikan Shalat
3. Mereka Yang Menginfakkan Sebagian Rezekinya

Pada ayat selanjutnya dijabarkan lagi mengenai siapa saja orang-orang yang bertaqwa itu. Berikut adalah penjelasannya:

4. Mereka Yang Beriman Kepada Al-Qur’an dan Kitab-Kitab Sebelum Al-Qur’an

Ulama ahli tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan mereka yang menyandang sifat pada ayat 4 Surah Al-Baqarah ini, apakah yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang yang telah disebutkan dalam ayat sebelumnya (ayat 3 Surah Al-Baqarah), ataukah orang-orang yang lain? Menurut Ibnu Jarir, setidaknya ada tiga pendapat ulama mengenai masalah ini, yaitu:

Pertama, mereka adalah setiap orang mukmin (orang-orang yang beriman dari kalangan orang Arab, orang-orang yang beriman dari kalangan Ahli Kitab, dan selain mereka).

Kedua, mereka yang dimaksud pada ayat 3 dan 4 Surah Al-Baqarah adalah sama-sama orang-orang yang beriman dari kalangan Ahli Kitab.

Ketiga, mereka yang dimaksud pada ayat 3 Surah Al-Baqarah adalah orang-orang yang beriman dari kalangan orang Arab, sedangkan pada ayat 4 adalah orang-orang yang beriman dari kalangan Ahli Kitab.

Pendapat Ibnu Jarir ini dinukil oleh As-Saddi di dalam kitab Tafsir-nya, dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, dan sejumlah shahabat Rasulullah Saw. Ibnu Jarir memperkuat pendapatnya dengan firman-Nya: “Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepadamu dan yang diturunkan kepada mereka, sedangkan mereka berendah diri kepada Allah.” [TQS. Ali Imran (3) : 199]

Namun demikian, masih banyak lagi ayat lainnya yang intinya memerintahkan kepada segenap kaum mukmin untuk beriman kepada Allah, Rasul-Rasul-Nya, dan Kitab-Kitab-Nya. Akn tetapi memang, bagi orang-orang yang beriman dari kalangan Ahli Kitab terdapat kekhususan. Ahli Kitab yang beriman kepada kitab yang ada pada mereka secara kaffah, kemudian apabila mereka masuk Islam, lalu mereka beriman pula secara kaffah kepada Al-Qur’an, maka bagi mereka dua pahala atas hal tersebut. Bagi selain Ahli Kitab, sesungguhnya beriman kepada kitab-kitab terdahulu itu hanya secara global/ umum saja, sebagaimana yang dijelaskan di dalam sebuah hadits shahih berikut:
Apabila Ahli Kitab bercerita kepada kalian, janganlah kalian dustakan mereka, jangan pula kalian percaya kepada mereka, melainkan katakanlah, “Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada kalian.”

Akan tetapi, adakalanya iman sebagian besar orang Arab kepada agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw lebih sempurna daripada ahli kitab. Sekalipun ahli kitab yang masuk Islam itu beroleh pahala dua kali, namun orang lain selain mereka akan beroleh pahala yang jauh lebih besar berkat keimanannya yang dibarengi dengan tasdiq (kepercayaan/ keyakinan penuh).

5. Mereka Yakin Akan Adanya Kehidupan Akhirat

Mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat, yakni yakin kepada adanya hari berbangkit, hari kiamat, surga, neraka, hisab, dan mizan (timbangan amal perbuatan). Kehidupan akhirat adalah kehidupan sesudah kehidupan di dunia.

Perlu kita pahami bahwa keempat ayat awal dalam Surah Al-Baqarah (1-4) bermakna umum mencakup setiap orang mukmin yang mempunyai sifat tersebut, baik dari kalangan Arab maupun selain Arab, juga dari kalangan ahli kitab, baik manusia ataupun jin. Keimanan dan Ketaqwaan seseorang menjadi tidak sah apabila sifat-sifat di atas tidak mereka miliki seluruhnya. Keimanan kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki (zakat, infak, dan sedekah), haruslah disertai dengan keimanan kepada apa yang didatangkan oleh Rasulullah Saw dari sisi Allah dan rasul-rasul-Nya yang lain, juga harus meyakini adanya kehidupan akhirat. Apabila salah satunya tidak ada, maka rusaklah keimanan mereka.

Firman Allah Swt yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya.” [TQS. An-Nisaa (4) : 136]

Sumber :
Kitab Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 Hal. 215-222

========================================================================

#RoadToSeminarLDKKMMSTKSBandung2015

Like & Share ‪#YukSebarkanStatusIni (Semoga menjadi amal sholeh)

#YukNgajiBarengLDKKMM
(Cp Ikhwan : 083824417542 l Cp Akhwat : 085624829284)

LDK KMM senantiasa terbuka dan mengajak kepada seluruh civitas kampus, khususnya bagi teman-teman mahasiswa/i STKS Bandung dan umum yang ingin bergabung dan mengkaji Islam bersama.

Bagi yang berminat bergabung dalam kepengurusan KMM caranya:
ketik (DAFTAR_KMM_Nama_Ikhwan/Akhwat_Kelas_AsalDaerah) kirim ke CP di atas.

#DakwahBuktiCintaKitaPadaSesama

0 komentar:

Posting Komentar

 

Tentang KMM

Foto saya
"LDK KMM STKS adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di STKS Bandung yang secara khusus bergerak dalam kegiatan Dakwah Kampus"

Like Our Facebook

Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Mahasiswa Muslim Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung Copyright © 2009 - 2018