Selasa, 23 September 2014

ILMU & DAKWAH (Materi 3 - Ta'aruf KMM 2014 bersama Ustd. Luthfi Affandi)


MATERI 3
#ILMU & DAKWAH
Bersama : Ustd. Luthfi Affandi

Seorang ulama besar di kalangan tabi’in sekaligus muhaddits bernama Imam Ayub Kaysan as-Sakhtiyani al-Bashri (w 131 H), sebagaimana pernah dituturkan oleh muridnya, Hammad bin Zaid mengisahkan, suatu saat pernah ditanya, “Ilmu hari ini lebih banyak atau lebih sedikit?” Ia menjawab,  “Hari ini obrolan lebih banyak! Adapun sebelum sebelum hari ini, ilmu lebih banyak.” (Al-Hafidz al-Fasawi, Al-Ma’rifah wa at-Tarikh, II/232).
Jika pada masa tabi’in saja Imam Ayub menilai bahwa obrolan lebih banyak daripada ilmu, bagaimana dengan zaman ini? Jawabannya sudah sama-sama diketahui hanya dengan melihat realitas keseharian saat ini. Hari ini, misalnya, majelis-majelis ilmu selalu lebih sedikit daripada ‘majelis-majelis’ hiburan dan permainan, warung-warung kopi sekaligus tempat-tempat ngerumpi, tempat-tempat nongkrong di pinggir-pinggir jalan atau di mal-mal, dll. Orang-orang yang hadir di majelis-majelis ilmu pun selalu lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang hadir di tempat-tempat keramaian lainnya, seperti di panggung-panggung hiburan yang menampilkan para musisi dan artis idola. Wajarlah jika pada hari ini jumlah umat Islam yang awam atau bodoh terhadap agamanya selalu jauh lebih banyak daripada orang-orang alimnya. Padahal kebanyakan mereka tahu bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim, sama seperti kewajiban individual lainnya seperti shalat, shaum Ramadhan, dll. Nabi Muhammad SAW  bersabda, “Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap Muslim.” (HR  Ibnu  Majah dari Anas ra).

Berikut adalah beberapa keutamaan dari menuntut ilmu & orang yang menuntut ilmunya sendiri adalah sebagai berikut yang tentunya masih banyak keutamaan-keutamaan lain selain ini :

1.    ALLAH AKAN MENGANGKAT DERAJAT ORANG-ORANG YANG BERILMU
Dalam surat Al-Mujadalah Allah SWT. berfirman: “…. Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…” (Al-Mujaadalah: 11)

2.    LEBIH UTAMA DARIPADA AHLI IBADAH
Rasulullah pernah bersabda: “Keutamaan Orang ‘Alim atas ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah dari sahabatku.” (HR. Ad-Dailami)

3.    ‘ULAMA (ORANG YANG BERILMU) ADALAH PEWARIS PARA NABI
Beliau SAW dalam suatu riwayat pernah bersabda: “Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi)
Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

4.  TIDURNYA ORANG YANG BERILMU LEBIH DITAKUTI DARIPADA SHOLATNYA ORANG YANG TIDAK BERILMU
Hal ini bisa terjadi karena tidurnya orang yang berilmu pastilah bertujuan untuk istirahat agar dia mampu beribadah lagi kemudian. Selain itu, orang yang mengamalkan ilmunya akan tidur dengan mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah di dalamnya sehingga tidurnya tersebut akan bernilai ibadah. Sedangkan, ibadahnya orang yang bodoh akan rawan terhadap bid’ah dan justru menjadikan syetan menyukainya.

5.    ALLAH AKAN MUDAHKAN JALANNYA KE SURGA
Sebagaimana dari hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah  ra. berkata : bahwa Rosulullah saw bersabda : “Barang siapa yang berjalan untuk mencari ilmu, maka Allah swt akan memudahkannya jalan untuk menuju surga”. (HR. Muslim)

6.    MALAIKAT AKAN MEMBENTANGKAN SAYAPNYA DAN DIMINTAKAN AMPUN OLEH PENDUDUK LANGIT DAN BUMI
Sebagaimana riwayat berikut: "Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya dengan hal itu Allah jalankan dia di atas jalan di antara jalan-jalan surga. Dan sesungguhnya para malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi (pencari ilmu agama). Dan sesungguhnya seorang alim itu dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi, dan oleh ikan-ikan di dalam air. Dan sesungguhnya keutamaan seorang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama daripada seluruh bintang-bintang. Dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yang banyak." (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

KETERKAITAN ANTARA ILMU & DAKWAH

Allah SWT berfirman dalam surat Al-‘Ashr yang artinya:
 “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang mengerjakan amal sholih dan saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”
Ayat di atas menunjukkan, bahwasannya salah satu ciri orang yang beriman adalah saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Mengapa demikian? Karena jika setiap orang itu telah berada pada kebenaran dan kesabaran niscaya kehidupan dunia akan aman terlebih lagi di akhirat.
Da’wah adalah suatu kebutuhan dasar manusia dan harus dilakukan secara kontinuitas. Karena manusia itu harus selalu diingati sebab kelalaian yang senantiasa meliputinya. Da’wah juga merupakan bagian dari perintah Allah SWT.
Amar ma’ruf nahyi munkar adalah salah satu bentuk dakwah. Dalam makalah ini, penulis akan mengupas tentang sebuah hadits yang berupa permisalan yang telah Rasulullah saw beritahukan kepada kita ummatnya. Perumpamaan kehidupan dan amar ma’ruf nahyi munkar itu seperti para penumpang dalam perahu yang berada di tengah lautan. Mari kita simak bersama hadits tersebut.

PERUMPAMAAN DALAM SEBUAH HADITS
Abu Nu’aim berkata kepada kami, Zakaria berkata kepada kami, ia berkata: “Aku telah mendengar ‘Amir, ia berkata: Aku telah mendengar An-Nu’man bin Basyir r.a. dari Nabi saw beliau bersabda: “Perumpamaan orang yang teguh menjaga larangan-larangan Allah SWT dan orang yang melanggar larangan-larangan-Nya seperti sekelompok orang yang berebut naik ke dalam sebuah perahu . maka sebagian mereka dapat bagian atas kapal dan sebagian lainnya mendapat bagian bawah. Para penumpang yang berada di bagian bawah kapal jika memerlukan air harusmelewati para penumpang yang berada di atas. Kemudian penumpang yang berada di bawah itu berkata: “Seandainya kami lubangi tempat duduk kami satu luang saja, maka kami tidak usah lagi mengganggu para penumpang yang berada di atas”. Apabila penumpang lainnya membiarkan mereka dengan apa yang mereka kehendaki, niscaya hancurlah seluruh penumpang kapal. Dan apabila penumpang lainnya mencegah tangan mereka dari upaya melubangi kapal, niscaya selamatlah seluruh penumpang kapal”.
#ILMU TANPA DAKWAH IBARAT POHON TANPA BUAH
#ILMU DAN DAKWAH ADALAH SATU KESATUAN YANG TAK TERPISAH
#ILMU DAN DAKWAH SARANA WUJUDKAN KEMULIAAN ISLAM KAFFAH
ISTIQOMAH-lah YAA HAMILUD DAKWAH, KITA MULIA KARENA MENGEMBAN SESUATU YANG SANGAT MULIA.
Barakallahuminkum . . .
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KMM STKS Bandung  senantiasa mengajak kepada seluruh mahasiswa muslim STKS Bandung untuk bersama-sama mengkaji Islam secara Kaffah.


CP : 083824417542 (Ikhwan); 085624829284 (Akhwat)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Tentang KMM

Foto saya
"LDK KMM STKS adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di STKS Bandung yang secara khusus bergerak dalam kegiatan Dakwah Kampus"

Like Our Facebook

Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Mahasiswa Muslim Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung Copyright © 2009 - 2018