Assalamualykum wr.wb
Alhamdulillah ya akhi wa ukhti…
kali ini LDK KMM kembali lagi untuk berbagi tausyiah harian..
Sunnah adalah segala sesuatu yang
diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun
persetujuan. Sunnah juga berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan
tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya.
Di antara
perbuatan sunnah yang jarang
dilakukan kaum muslimin adalah sebagai berikut:
1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat
Melepasnya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kalian memakai sandal
maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki
kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak
memakaikeduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu
Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda,“Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan
perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan.
Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu
memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
3. Bersiwak (Menggosok Gigi
dengan Kayu Siwak)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda,“Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha
Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan
umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak
shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Bersiwak disunnahkan setiap saat,
tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat
bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat
bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.
Bersiwak merupakan perbuatan sunnah
yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang mendapatkan
rahmat dari Allah. Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu
dan keluargamu sehingga kalian bisa menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya
kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.
4. Shalat Istikharah
Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallammengajarkan
kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau
mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)
Oleh karena itu, lakukanlah shalat ini
dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah.
5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup
Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak TanganKetika Berwudhu
Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, bahwa
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallamberkumur-kumur dan
menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu
dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan
Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan
Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka
berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke
kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan
semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta
sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari
(murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan
dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal
dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallamberbuka
puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka
dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum
beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan
At-Tirmidzi)
8. Sujud Syukur Saat
Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana
Sujud
ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan
atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka
bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
9. Tidak Begadang Dan Segera
Tidur Selesai Shalat Isya`
Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada
keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu
diperbolehkan. Dalam hadits shahih
dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya`
dan tidak suka begadang setelah shalat isya`
10. Mengikuti Bacaan Muadzin
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa
dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan,
maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah
kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat
kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah
merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan
aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan
wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)
11. Berlomba-Lomba Untuk
Mengumandangkan Adzan, Bersegera Menuju Shalat, Serta Berupaya Untuk
Mendapatkan Shaf Pertama.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Andaikata umat manusia
mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka
tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu
niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas
menuju masjid untuk melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba
melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara
berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
12. Meminta Izin Tiga Kali
Ketika Bertamu
Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya anda
harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu
tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk.
Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak
bisa memberi izin. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu,
“Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya
tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
12. Mengibaskan Seprai Saat
Hendak Tidur
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung
seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak
mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan
tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan
membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku,
dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka
ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan
perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)
13. Meruqyah Diri Dan Keluarga
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa
ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan
doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya
beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut,
lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu
penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)
14. Berdoa Saat Memakai Pakaian
Baru
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia
berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka
beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang
ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua
pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu
kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari
keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
15. Mengucapkan Salam Kepada Semua
Orang Islam Termasuk Anak Kecil
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki
bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa
ciri keislaman seseorang yang paling baik?’Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan
mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu
kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallamberjalan melewati kumpulan
anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.”(HR. Muslim)
16. Berwudhu Sebelum Mandi
Besar (Mandi Junub)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin
mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu
seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke air dan
membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya RasulullahShallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya
dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
17. Membaca ‘Amin’ Dengan Suara
Keras Saat Menjadi Makmum
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka
kalian juga harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya
bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah
berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam sebuah riwayat disebutkan
bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid bergemuruh.
18. Mengeraskan Suara Saat
Membaca Zikir Setelah Shalat
Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan,
“Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan,
mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat
wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga
mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat
karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
berkata, “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih, tahmid dan takbir
setelah shalat.” Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak
dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum, karena suasananya sepi dan
hening. Caranya adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah),
tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri, bukan
satu komando dan satu suara. Adapun mengeraskan suara ketika berzikir dengan
satu komando, satu suara dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat
perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak,
ada yang memandang sunnah dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang
mengatakan bahwa zikir berjamaah adalah perbuatan bid’ah.
19. Membuat Pembatas Saat
Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah
Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Ketika kalian hendak shalat,
maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan
seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya,
maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma,
ia berkata, “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang
tongkat itu.” (HR. Al-Bukhari)
Sunnah ini sering diabaikan, terutama
saat melakukan shalat sunnah.Wahai saudaraku! Jadilah seperti orang yang
diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada
satu hadits pun yang sampai kepadaku kecuali aku mengamalkannya meskipun hanya
sekali.”Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melakukan shalat dengan
memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku
melakukan itu hanya ingin menjalankan sunnah RasulShallallahu Alaihi wa Sallam.”Ibnu
Rajab menuturkan, “Orang yang beramal sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,meskipun
amal itu sangat kecil, maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal
tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun dia sangat
bersungguh-sungguh.”
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang
yang mengikuti sunnah rasul-Mu dan mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah
kami dan kedua orang tua kami bersamanya di surga wahai Tuhan Yang Maha
Pengasih
Sykron,
Jazakumullah khair
Wassalamualykum wr.wb



0 komentar:
Posting Komentar