Sejarah adalah peristiwa yang sudah terjadi, namun baru ditulis
kemudian, jauh setelah kejadian sebenarnya berlalu.
Sebagai cerita masa
lalu sejarah mudah untuk dimanipulasi, dan disampaikan kepada generasi
berikutnya yang hanya bisa menerima mentah-mentah informasi itu sebagai
kebenaran.
Informasi mengenai penemuan-penemuan sains dan teknologi yang pernah kita terima kebanyakan berasal dari buku-buku
pengetahuan Barat.
Penemu-penemu yang disebut sebagai yang pertama di
dunia itu pun dipuji sebagai orang yang berjasa kepada ilmu pengetahuan
dan umat manusia.
Abad pertengahan, masa kegelapan di Barat
Sejak jatuhnya kekaisaran Romawi tanggal 4 September 476, ketika kaisar
terakhir dari kekaisaran Romawi Barat, Romulus Augustus, diberhentikan
oleh Odoacer, seorang Jerman yang menjadi penguasa Itali setelah Julius
Nepos meninggal pada tahun 480, maka dikatakan Eropa telah memasuki
Masa-masa Kegelapan (Dark Ages). Masa-masa Kegelapan ini berlangsung
kira-kira dari tahun 476 itu hingga
Renaisans, sekitar tahun 1500-an.
Renaisans disebut juga masa kelahiran kembali Eropa, atau kelahiran
kembali budaya Yunani dan Romawi Purba, berupa kemajuan di bidang seni,
pemikiran dan kesusasteraan yang mengeluarkan Eropa dari kegelapan
intelektual abad pertengahan.
Kembalinya budaya Yunani dan Romawi Purba tersebut direbut dari tangan
ilmuwan-ilmuwan Islam setelah mengalami perkembangan yang luar biasa.
Dengan tanpa malu-malu, plagiator-plagiator Eropa itu mengklaim bahwa
penemuan-penemuan sains dan teknologi itu adalah hasil usaha mereka.
Fakta-fakta sejarah sebenarnya
Sekarang, saya mencoba mengutipkan untuk anda, fakta sebenarnya yang
terjadi, bahwa penemuan penemuan sains dan teknologi itu sebagian besar
berasal dari masa kejayaan Kekhalifahan Islam, oleh para sarjana Muslim.
Semoga pengetahuan ini dapat disampaikan kepada anak-cucu kita dan
menjadi penyadar bahwa kita sebenarnya mempunyai potensi yang sangat
besar untuk menguasai kembali sains dan teknologi, dan tidak hanya
menjadi pemakai atau korban teknologi.
Sejak 5.000 tahun SM
Masa perkembangan kebudayaan Mesir Purba. Menghasilkan limas-limas
(piramida) yang hebat, sistem pengairan yang baik dan sistem bintang
yang cukup bagus. Namun ilmu bintang (astronomi) masih tercampur-aduk
dengan ilmu perbintangan (astrologi). Ahli-ahli pengetahuan adalah
pendeta-pendeta yang tidak mengenal batas antara logika, takhayul, dan
kepercayaan, yaitu pemuja tritunggal Apis-Isis-Osiris.
Sejak 4.000 tahun SM
Masa perkembangan kebudayaan India Purba. India dengan kecenderungan
samadinya lebih terkungkung dalam metafisika, monisme (menunggalnya
manusia dengan dewata), dan pantheisme (hadirnya dewata di dalam segala
yang ada). Mewariskan pengetahuan Astadhyayi, tata bahasa Sanskrit oleh
Panini (kurang lebih 400 tahun SM) adalah pembahasan ilmiah ilmu bahasa
yang mendahului pembahasan oleh Aristoteles (384-322 SM) dan bernilai
jauh lebih tinggi.
Sejak lebih dari 2.000 tahun SM
Merupakan masa perkembangan kebudayaan Tiongkok Purba. Dengan
pengetahuan bercorak kudus (sacral, scared). Mereka berpikir bahwa
segala pemberian berasal dari Thian dan bukan obyektif-empirik, hasil
ikhtiar manusia secara sistematik. Cara berpikir manusia Tiongkok Purba
pada umumnya masih berdasarkan firasat dan renungan, belum
kritik-analitik.
Sejak lebih dari 1.000 tahun SM
Berkembangnya kebudayaan Parsi Purba. Penemuan jentera (roda gigi/gir)
dalam pembuatan tembikar, dan kini mulai dari jam tangan yang terkecil
hingga roket angkasa yang terbesar menggunakan jentera di dalam
mesinnya.
Sejak 500 tahun SM
Dimulainya kebudayaan Yunani-Romawi. Dengan filsafat anthroposentrik
(manusia berada pada pusat segala aktivitas) mereka di dalam banyak hal
berlawanan dengan kecenderungan-kecenderungan niskala Mesir Purba, India
Purba, Tiongkok Purba, dan Parsi Purba serta bersikap akliah
(rational). Kecendrungan berpikir seolah-olah manusia berdiri di luar
alam dan melihat alam sebagai suatu yang terpotong-potong, maka lahirlah
pengertian jagat besar (makrokosmos) dan jagat kecil (mikrokosmos).
Tidak ada batas antara filsafat dan pengetahuan.
48 SM – 371
Penyerbuan Julius Caesar, kaisar Romawi, pada tanggal 48 SM
menghancurkan karya-karya asli ilmu filsafat dan pengetahuan Yunani di
perpustakaan-perpustakaan Iskandariah. Kemudian pada 272 M Kaisar Romawi
berikutnya, Lucius Domithius Aurelianus, dan Kaisar Theodosius Magnus
pada 371 M melakukan hal yang sama.
476 M
Awal Eropa memasuki masa kegelapan (Dark Ages), yaitu sejak jatuhnya
kekaisaran Romawi terakhir tanggal 4 September 476 di mana kaisar Romawi
Barat, Romulus Augustus, diberhentikan oleh Odoacer.
571 M
Kelahiran Nabi Muhammad Saw pada tanggal 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah
(bertepatan dengan 20 April 571). Disebut Tahun Gajah disebabkan pada
tahun itu Raja Abrahah dari Yaman dengan 60 ribu pasukan bergajahnya
ingin menghancurkan Kabah (Baitullah) di Makkah, namun digagalkan Allah
Swt dengan serangan burung ababil yang melempari pasukan itu dengan batu
berapi (QS.Al-Fiil). Muhammad Saw adalah Rasul terakhir utusan Allah
Swt yang membawa risalah kenabian untuk seluruh umat manusia dan alam
semesta.
610 M
Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertama, yakni Alquran surah Al-alaq
ayat 1-5 yang diawali dengan kalimat “iqro” yang artinya bacalah.
Kalimat ini menjadi awal ditemukannya metoda ilmiah, yakni metode
empirik-induktif dan percobaan yang menjadi kunci pembuka
rahasia-rahasia alam semesta yang menjadi perintis modernisasi Eropa dan
Amerika.
Guna penyebaran agama, dikembangkanlah gerakan yang bertujuan membuat
“melek” huruf yang belum pernah ada bandingannya pada masa itu.
Kepandaian baca tulis tidak lagi menjadi monopoli kaum cendikiawan. Ini
adalah langkah pertama gerakan ilmu secara besar-besaran.
Konsep tentang karantina pertama kali diperkenalkan dalam abad ke-7 oleh
Nabi Muhammad Saw, yang dengan bijaksana memperingatkan supaya
hati-hati ketika memasuki atau meninggalkan suatu daerah yang terkena
wabah penyakit. Sejak abad ke-10, dokter-dokter Islam berinovasi dengan
mengisolasi individu-individu penderita penyakit dan mengasingkannya ke
arah utara. Sedangkan konsep karantina yang dikembangkan di Venice,
Italia pada tahun 1403 bukanlah yang pertama di dunia.
660 – 750 M
Kekuasaan Daulah Umayyah menguasai Damsyik (Spanyol) tahun 629 M, Syam
dan Irak tahun 637 M, Mesir sampai Maroko tahun 645 M, Persia tahun 646
M, Samarkand tahun 680 M, seluruh Andalusia tahun 719 M, dan akhirnya
tertahan di Poiteier pada tahun 732 M dalam usahanya memperluas pengaruh
ke Prancis.
700-an (Kompas, navigasi, ensiklopedi geografi, kalender, peta dunia)
Ahli ilmu geografi Islam dan navigator-navigatornya mempelajari jarum
magnet – mungkin dari orang Cina, namun para navigator itulah yang
pertama kali menggunakan jarum magnet di dalam pelayaran.
Mereka
menemukan kompas dan menguasai penggunaannya di dalam pelayaran menuju
ke Barat. Navigator-navigator Eropa bergantung pada juru-juru mudi
Muslim dan peralatannya ketika menjelajahi wilayah-wilayah yang tak
dikenal. Gustav Le Bon mengakui bahwa jarum magnet dan kompas
betul-betul ditemukan oleh Muslim dan orang Cina hanya berperan kecil.
Alexander Neckam, seorang Inggris, seperti juga orang Cina, mungkin
belajar tentang kompas dari pedagang-pedagang Muslim, namun dikatakan
bahwa dialah orang pertama yang menggunakan kompas dalam pelayaran. Dan
orang Cina memperbaiki keahlian mereka yang berhubungan pelayaran
setelah mereka mulai berinteraksi dengan Muslim selama abad ke-8.
Diceritakan bahwa ilmu geografi dihidupkan kembali abad ke-15, ke-16 dan
ke-17 ketika pekerjaan Ptolemius di masa lampau ditemukan. Penjelajah
dengan ekspedisi-ekspedisi Portugis dan Spanyol juga mendukung hal ini.
Risalah pertama berbasis ilmiah tentang geografi dihasilkan selama
periode ini oleh sarjana-sarjana Eropa.
Namun apakah fakta sesungguhnya? Ahli geografi Islam menghasilkan
buku-buku yang tak terhitung tentang Afrika, Asia, India, Cina dan
orang-orang Indian selama abad ke-8 hingga abad ke-15. Tulisan-tulisan
itu mencakup ensiklopedi geografi pertama di dunia, almanak-almanak dan
peta jalan. Karya-karya agung abad ke-14 oleh Ibnu Battutah menyediakan
suatu pandangan yang terperinci mengenai geografi dunia di masa lampau.
Ahli geografi Muslim dari abad ke-10 sampai abad ke-15 telah melampaui
hasil dari orang-orang Eropa tentang geografi daerah-daerah ini dengan
baik ketika memasuki abad ke-18. Para penjelajah Eropa menyebabkan
kehancuran pada lembaga pendidikan, sarjana-sarjana dan buku-buku
mereka. Mereka tidak memberikan makna apa pun pada perkembangan ilmu
geografi untuk dunia Barat.
735 M
Khalifah Abu Ja’far Abdullah Al-Manshur mempekerjakan para penerjemah
yang menerjemahkan buku-buku kedokteran, ilmu pasti, dan filsafat dari
bahasa Yunani, Parsi dan Sanskrit, di antaranya terdapat Bakhtaisyu
Kabir alias Bakhtaisyu ibnu Jurijs ibnu Bakhtaisyu, Al-Fadzj ibnu
Naubakht dan anaknya Abu Sahl Tiamdz ibnu Al-Fadzl ibnu Naubakht, serta
Abdullah ibnu Al-Muqaffa.
740-an
Berbagai bentuk jam mekanik dihasilkan oleh insinyur-insinyur Muslim
Spanyol, ada yang besar dan kecil, dan pengetahuan ini kemudian sampai
ke Eropa melalui terjemahan buku-buku mekanika Islam ke bahasa Latin.
Jam-jam ini menggunakan sistem picu beban. Gambar desain dari beberapa
bagian gir dan sistem kerjanya juga ada.
Jam seperti itu dilengkapi
dengan buangan air raksa, jenis yang kemudian secara langsung dijiplak
oleh orang-orang Eropa selama abad ke-15. Sebagai tambahan, selama abad
ke-9, Ibn Firnas dari Spanyol Islam, menurut Will Durant, menemukan
sebuah alat yang mirip arloji sebagai penanda waktu yang akurat.
Ilmuwan-ilmuwan Muslim juga membangun bermacam jam-jam astronomi yang
sangat akurat untuk digunakan dalam observatorium-observatorium mereka.
Tetapi dikatakan kepada kita bahwa sampai abad ke-14, satu-satunya jenis
jam yang ada adalah jam air. Di tahun 1335, sebuah jam mekanis yang
besar dibangun di Milan, Italia. Dikatakan bahwa jam ini adalah jam
berpicu beban pertama di dunia.
750 – 1258 M
Kekuasaan Daulah Abbasiah di Baghdad (Irak)
765 M
Fakultas kedokteran pertama didirikan oleh Jurjis ibnu Naubakht.
800 M
Ibn Firnas, seorang penemu Muslim Spanyol, tercatat sebagai orang yang
pertama membangun dan menguji sebuah pesawat terbang pada tahun 800-an.
Roger Bacon belajar tentang pesawat terbang dari referensi-referensi
ilmuwan Muslim mengenai pesawat terbangnya Ibnu Firnas.
Belakangan yang
dikenal adalah penemuan oleh Bacon, ditanggali sekitar 500 tahun
kemudian dan Da Vinci sekitar 700 tahun kemudian.
Para ahli matematika Islam yang menemukan aljabar memperkenalkan konsep
tentang menggunakan huruf-huruf sebagai variabel-variabel yang tak
dikenal dalam persamaan-persamaan sejak abad ke-9.
Melalui sistem ini,
mereka memecahkan berbagai persamaan-persamaan yang kompleks, termasuk
kuadrat dan persamaan pangkat tiga. Mereka menggunakan simbol-simbol
untuk mengembangkan dan menyempurnakan teorema binomial.
Jadi Francois
Vieta, seorang ahli matematika Prancis, bukanlah yang pertama
menggunakan lambang-lambang aljabar pada tahun 1591. Dia menulis
persamaan-persamaan aljabar dengan huruf-huruf seperti x dan y, dan
mengatakan bahwa penemuannya ini mempunyai dampak serupa dengan kemajuan
dari penggunaan angka Romawi ke angka Arab.
Dikatakan bahwa selama abad ke-17 Rene Descartes telah menemukan bahwa
aljabar bisa digunakan untuk memecahkan persoalan geometris. Tetapi jauh
sebelumnya, yakni sejak abad ke-9, para ahli matematika di masa
kekhalifahan Islam sudah melakukan hal yang sama. Pertama adalah Thabit
bin Qurrah, kemudian diikuti oleh Abu Al-Wafa pada abad ke-10 dengan
membukukan kegunaan Aljabar untuk mengembangkan geometri menjadi eksak
dan menyederhanakan sains.
Diinformasikan juga kepada kita bahwa tadinya tidak ada perbaikan sejak
dibuatnya ilmu bintang selama Abad Pertengahan mengenai gerakan
planet-planet sampai abad ke-13. Lalu seorang bijaksana dari Kastil
(Spanyol Tengah) bernama Alphonso menemukan Tabel Alphonsine, yang lebih
akurat dibanding tabel milik Ptolemius.
Fakta sebenarnya adalah ahli ilmu falak (ilmu bintang) Islam membuat
banyak perbaikan-perbaikan atas penemuan Ptolemius sejak abad ke-9.
Mereka adalah ahli ilmu falak pertama yang memperdebatkan
gagasan-gagasan kuno Ptolemius. Di dalam kritik mereka atas orang-orang
Yunani, mereka manyatukan bukti bahwa matahari adalah pusat dari sistem
matahari dan bahwa garis orbit bumi dan planet-planet lainnya boleh jadi
berbentuk lonjong (elips).
Mereka menghasilkan ratusan tabel-tabel
astronomikal dengan keakuratan tinggi dan gambar-gambar bintang. Banyak
dari kalkulasi mereka sangat akurat sehingga mereka dihormati pada masa
itu. Tabel milik Alphonso (Alphonsine Tables) hanyalah sekedar salinan
dari pekerjaan ilmu bintang yang dipancarkan ke Eropa melalui Islam di
Spanyol.
Disebutkan pula bahwa seorang sarjana Inggris bernama Roger Bacon pada
tahun 1268 untuk pertama kali membuat lensa kaca untuk meningkatkan
penglihatan. Pada waktu yang hampir bersamaan, kacamata bisa didapat dan
telah digunakan di Cina dan Eropa. Tentu saja kacamata sudah muncul
sebelum kacamata Roger Bacon selesai pembuatannya, karena Ibnu Firnas
dari Spanyol Islam sudah menemukan kacamata pada abad ke-9, dan
diproduksi serta dijual di wilayah Spanyol selama lebih dari dua abad.
Setiap sebutan kacamata oleh Roger Bacon, maka itu hanyalah sebuah
pengaliran kembali pekerjaan Al-Haytham, orang yang memiliki hasil riset
yang dijadikan referensi oleh Bacon.
Sarjana-sarjana Islam dari abad ke-9 sampai ke-14 mempelajari dan
menemukan ilmu etnografi. Sejumlah ahli geografi Muslim menggolongkan
ras-ras, mencatat secara terperinci penjelasan kebiasaan-kebiasaan
budaya unik mereka dan penampilan fisiknya. Para ahli Muslim itu menulis
ribuan halaman mengenai topik ini.
Pekerjaan seorang Jerman bernama
Johann F. Blumenbach (1752-1840) yang mengaku sebagai yang pertama
menggolong-golongkan ras ke dalam 5 golongan besar (kulit putih, kuning,
coklat, merah dan hitam), tidak sebanding dengan pekerjaan-pekerjaan
ahli geografi Muslim itu.
813 M
Pada masa kekuasaan Khalifah Al-Maimun ibnu Harun Al-Rasyid didirikan
Daru Al-Hikmah atau Akademi Ilmu Pengetahuan pertama di dunia, yang
terdiri dari perpustakaan, pusat pemerintahan, observatorium bintang,
dan universitas (Daru Al-Ulum.
850 M
Ahli kimia Islam menghasilkan kerosin (minyak tanah murni) melalui
penyulingan produk minyak dan gas bumi (Encyclopaedia Britannica,
Petroleum) lebih dari 1.000 tahun sebelum Abraham Gesner, orang Inggris,
mengaku sebagai yang pertama menghasilkan kerosin dari penyaringan
aspal.
866 M
Kertas tertua yang menjadi contoh untuk dicetak di dunia Barat adalah
sebuah naskah Arab berjudul Gharib Al-Hadist oleh Abu ‘Ubyad Al-Qasim
ibnu Sallam bertanggal Dzulqaidah 252 atau 13 Nopember – 12 Desember
866, yang masih tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.
900-an M
Pabrik kertas muncul di Mesir, kemudian di Maroko tahun 1100 M, dan di
Spanyol tahun 1150 M yang sudah berhasil membuat kertas putih dan
berwarna.
Bandul ditemukan oleh Ibnu Yunus al-Masri selama abad ke-10, orang yang
pertama mempelajari dan mendokumentasikan gerakan bergetarnya. Hasil
perhitungannya digunakan dalam jam-jam yang diperkenalkan oleh ahli ilmu
Fisika Muslim selama abad ke-15. Baru pada abad ke-17 Galileo yang
masih remaja telah menciptakan bandul. Diceritakan bahwa dia melihat
cahaya api pada lampunya berayun-ayun tertiup angin, lalu dia pulang ke
rumah dan menemukan bandul dengan inspirasi itu.
Dikatakan bahwa trigonometri dikembangkan oleh bangsa Yunani, padahal di
masa itu Trigonometri hanya tinggal teori. Teori itu kemudian
dikembangkan dan mencapai tingkat kesempurnaan yang modern di tangan
sarjana-sarjana Muslim, dan penghargaan untuk itu secara khusus pantas
diberikan kepada al-Battani.
Dialah yang menguraikan kata-kata fungsi
dasar dari ilmu pengetahuan ini, seperti sinus, kosinus, tangen, dan
kotangen. Istilah sebelumnya berasal dari terminologi Arab, Jaib untuk
sinus yang berarti garis bengkok, istiwa’ untuk kotangen yang berarti
bayangan lurus dari gnomon, dan tangen adalah bayang-bayang
melintangnya. Selain menetapkan dengan akurat tabel perhitungan
trigonometri dari 0 hingga 90 derajat, dia juga berhasil dengan tepat
menghitung satu tahun matahari atau masehi, yaitu 365 hari 5 jam 46
menit dan 24 detik.
Sebelumnya diketahui bahwa persamaan pangkat tiga yang sulit dan masih
belum terpecahkan hingga abad ke-16 ketika Niccolo Tartaglia, seorang
ahli matematika Italia berhasil memecahkannya. Kenyataannya persamaan
pangkat tiga seperti itu dan juga banyak persamaan-persamaan dengan
tingkat kesulitan yang lebih tinggi sudah dapat dipecahkan dengan mudah
oleh para ahli matematika Muslim sejak abad ke-10.
Selama abad ke-10 atau lebih awal, ratusan ahli matematika Muslim
menggunakan dan menyempurnakan teorema binomial.
Mereka memulai
penggunaannya untuk solusi yang sistematis atas persoalan aljabar. Namun
dikatakan bahwa Isaac Newtonlah yang mengembangkan teorema binomial
pada abad yang ke-17.
Demikian juga dikatakan bahwa Robert Boyle, dalam abad ke-17, yang
pertama mengembangkan ilmu kimia, padahal beberapa ahli kimia Muslim,
termasuk Ar-Razi, Al-Jabr, Al-Biruni dan Al-Kindi, melaksanakan
eksperimen-eksperimen ilmiah dalam ilmu kimia sekitar 700 tahun sebelum
Boyle melakukannya.
Durant menulis bahwa orang Islam memperkenalkan
metode percobaan pada ilmu pengetahuan ini. Humboldt meyakini bahwa
orang Islam sebagai penemu ilmu Kimia.
Paul Ehrlich (abad ke-19) disebut sebagai pencipta obat-obatan
kemoterapi, yakni pemakaian obat-obatan yang khusus untuk membunuh
mikroba, padahal dokter-dokter Islam telah menggunakan berbagai macam
unsur pokok yang spesifik untuk menghancurkan mikroba. Mereka
menggunakan belerang (Sulfur) sebagai bahan utama khusus untuk membunuh
kuman kudis. Ar-Razi (pada abad ke-10) menggunakan campuran air raksa
sebagai antiseptik yang penting.
Banyak ahli kimia Muslim telah menghasilkan alkohol sebagai obat-obatan
terapeutik melalui penyulingan sejak abad ke-10 dan melakukan pabriksasi
alat-alat penyulingan yang pertama untuk digunakan dalam proses
kimiawi.
Mereka menggunakan alkohol sebagai bahan pelarut dan
antiseptik, jauh sebelum Arnau de Villanova, seorang Spanyol pada tahun
1300, yang mengaku telah membuat alkohol yang pertama di dunia.
Diberitakan bahwa anestesia modern ditemukan pada abad ke-19 oleh
Humphrey Davy dan Horace Wells. Sebenarnya anesthesia modern ditemukan,
dikuasai dan disempurnakan oleh ahli anestesia Muslim 900 tahun sebelum
kedatangan Davy dan Wells.
Mereka menggunakan cara oral seperti juga
anestesia yang dihirup.
Sejak abad ke-10 dokter-dokter Islam dan ahli bedahnya sudah menggunakan
alkohol sebagai pencegah infeksi ketika membersihkan luka-luka, jadi
pencegahan infeksi yang dilakukan oleh ahli bedah dari Inggris, Joseph
Lister pada tahun 1865 bukanlah yang pertama. Ahli bedah di Spanyol yang
Islam menggunakan metoda-metoda khusus untuk memelihara antisepsis
sebelum dan selama perawatan.
Mereka juga memulai tindakan-tindakan
khusus untuk memelihara kesehatan selama periode pasca operasi. Tingkat
sukses mereka sangat tinggi, sehingga penjabat-penjabat tinggi di
seluruh Eropa datang ke Cordova, Spanyol, untuk meminta pelayanan
kesehatan yang dapat diperbandingkan dengan “Mayo Clinic” di Abad
Pertengahan.
Menurut apa yang kita ketahui, William Harvey menemukan sirkulasi darah
pada awal abad ke-17. Dia yang pertama dengan benar menguraikan fungsi
jantung, pembuluh nadi dan vena. Galen dari Roma telah memperkenalkan
ide yang salah mengenai sistem peredaran darah, dan Harvey yang pertama
menetapkan bahwa darah dipompa ke seluruh tubuh via oleh kerja jantung
dan klep-klep pembuluh darah. Oleh karena itu, dia dihormati sebagai
pendiri ilmu tubuh manusia (physiology).
Tetapi 7 abad sebelumnya, yakni pada abad ke-10, Ar-Razi menulis sebuah
risalah yang mendalam mengenai sistem pembuluh darah, dan dengan teliti
digambarkannya fungsi pembuluh darah dan klep-klepnya. Ibnu An-Nafs dan
Ibnu Al-Quff (pada abad ke-13) mendokumentasikan secara penuh tentang
sirkulasi darah dan dengan tepat menggambarkan ilmu urai tubuh dari
jantung dan fungsi klep-klepnya 300 tahun sebelum Harvey.
William Harvey
adalah seorang lulusan Universitas Padua yang terkenal di Itali, yang
pada waktu itu mayoritas kurikulumnya didasarkan pada teks buku Ibnu
Sina dan Ar-Razi.
Dan banyak lagi lainnya
(Berbagai Sumber)